Dua Seruan Allah dalam Islam

By. Abid Rauf - 29 Nov 2024

Bagikan:
img

Batemuritours.com - Dalam ajaran Islam, Allah SWT memberikan seruan kepada umat manusia untuk mengingat tujuan hidup mereka di dunia. Seruan ini dapat dikategorikan menjadi dua jenis utama: seruan Allah kepada kebaikan (hidayah) dan seruan peringatan (tanzir). Kedua seruan ini bertujuan untuk membimbing manusia menuju kehidupan yang selaras dengan kehendak-Nya serta menjauhkan mereka dari kebinasaan.

1. Seruan kepada Kebaikan (Hidayah)

Seruan pertama adalah panggilan Allah SWT kepada kebaikan, yang bertujuan untuk mengarahkan manusia pada jalan lurus. Seruan ini sering muncul dalam bentuk perintah, ajakan, atau pengingat agar manusia menjalani kehidupan yang diridhai oleh Allah.

Beberapa contoh seruan kebaikan ini adalah:

  • Ajakan kepada Iman: Allah menyeru manusia untuk beriman kepada-Nya, mengakui keesaan-Nya, dan menyembah-Nya. Dalam Al-Qur'an, Allah berfirman:

“Wahai manusia, sembahlah Tuhanmu yang telah menciptakan kamu dan orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa.”
(QS. Al-Baqarah: 21)

  • Ajakan kepada Amal Saleh: Allah juga mengarahkan umat Islam untuk berbuat amal kebajikan, seperti membantu sesama, menegakkan keadilan, dan menjaga lingkungan.

“Dan bersegeralah kamu kepada ampunan dari Tuhanmu dan kepada surga yang luasnya seluas langit dan bumi, yang disediakan untuk orang-orang yang bertakwa.”
(QS. Ali Imran: 133)

  • Ajakan untuk Beribadah: Allah menyeru manusia agar melaksanakan ibadah, seperti shalat, puasa, zakat, dan haji. Perintah-perintah ini merupakan wujud ketaatan dan pengabdian kepada Allah.

Seruan ini merupakan bukti kasih sayang Allah kepada manusia. Dia memberikan panduan yang jelas agar manusia tidak tersesat dalam kehidupan dunia yang sementara ini.

2. Seruan Peringatan (Tanzir)

Seruan kedua adalah peringatan Allah kepada manusia. Seruan ini berfungsi sebagai pengingat akan akibat dari kelalaian, kemaksiatan, atau kezaliman. Melalui seruan ini, Allah mengingatkan manusia tentang dosa, siksa neraka, dan hari pembalasan.

Contoh seruan peringatan Allah adalah:

  • Peringatan tentang Kehidupan Dunia: Allah mengingatkan bahwa kehidupan dunia hanyalah sementara dan tidak boleh menjadi tujuan utama.

“Ketahuilah bahwa sesungguhnya kehidupan dunia itu hanyalah permainan dan senda gurau, perhiasan dan saling berbangga di antara kamu serta berlomba-lomba dalam kekayaan dan anak keturunan.”
(QS. Al-Hadid: 20)

  • Peringatan tentang Akhirat: Allah memperingatkan manusia tentang siksa neraka bagi mereka yang lalai dan kufur terhadap-Nya.

“Maka takutlah kamu kepada api neraka yang bahan bakarnya adalah manusia dan batu, yang disediakan bagi orang-orang kafir.”
(QS. Al-Baqarah: 24)

  • Peringatan melalui Ujian: Ujian yang diberikan Allah sering kali menjadi cara-Nya untuk mengingatkan manusia agar kembali kepada-Nya. Musibah atau kesulitan sering kali menjadi jalan untuk mendekatkan diri kepada Allah.

Menggabungkan Kedua Seruan

Seorang Muslim yang ideal adalah mereka yang mendengar dan merenungkan kedua seruan ini. Seruan kebaikan menjadi motivasi untuk terus bertakwa, sementara seruan peringatan menjadi pengingat untuk tidak melanggar batas-batas yang telah Allah tetapkan.

Allah SWT berfirman:

“Kami akan memperlihatkan kepada mereka tanda-tanda (kekuasaan) Kami di segenap ufuk dan pada diri mereka sendiri, sehingga jelaslah bagi mereka bahwa Al-Qur'an itu adalah benar.”
(QS. Fussilat: 53)

Dua seruan Allah ini menunjukkan betapa Allah sangat perhatian kepada umat manusia. Dia tidak hanya memberikan petunjuk, tetapi juga peringatan agar manusia tidak tersesat. Dengan mengikuti seruan ini, manusia dapat menjalani kehidupan yang penuh makna dan meraih kebahagiaan dunia serta akhirat.

Wallahua’lam

 









Whatsapp Logo
Start a Conversation Hi! Click one of our member below to chat on Whatsapp