Tiga Faktor yang Menjauhkan dari Neraka Menurut Islam

By. Abid Rauf - 05 Dec 2024

Bagikan:
img

Batemuritours.com - Dalam Islam, kehidupan dunia adalah ujian yang menentukan nasib manusia di akhirat kelak, apakah akan masuk surga atau neraka. Allah SWT memberikan petunjuk melalui Al-Qur'an dan hadis untuk membantu manusia menjauhi perbuatan yang dapat menyeret ke neraka. Rasulullah juga mengajarkan bahwa ada beberapa faktor utama yang dapat menjauhkan seorang muslim dari neraka. Berikut adalah tiga di antaranya.

1. Keimanan yang Kuat kepada Allah SWT

Keimanan yang tulus kepada Allah SWT adalah syarat utama yang dapat menyelamatkan seorang muslim dari api neraka. Allah berfirman:

“Sesungguhnya orang-orang yang beriman dan beramal saleh, bagi mereka adalah surga yang penuh kenikmatan.”
(QS. Luqman: 8)

Keimanan tidak hanya berupa keyakinan di hati, tetapi juga diwujudkan dalam ucapan dan perbuatan. Orang yang benar-benar beriman akan selalu berusaha melaksanakan perintah Allah, menjauhi larangan-Nya, dan terus meningkatkan kualitas hubungannya dengan Allah. Dengan iman yang kokoh, seseorang akan lebih mampu mengendalikan hawa nafsunya dan menjauhi perbuatan yang dapat membawanya ke neraka.

2. Berbuat Baik kepada Sesama

Berbuat baik kepada sesama, termasuk keluarga, tetangga, dan seluruh makhluk hidup, adalah salah satu cara utama untuk menjauhkan diri dari neraka. Rasulullah bersabda:

“Jauhkanlah dirimu dari neraka walaupun dengan bersedekah separuh biji kurma.”
(HR. Bukhari dan Muslim)

Kebaikan kecil, seperti memberi makan orang lapar, membantu mereka yang kesulitan, atau bahkan sekadar tersenyum kepada saudara sesama muslim, memiliki nilai besar di sisi Allah. Amalan ini tidak hanya menyelamatkan dari neraka, tetapi juga menjadi cara untuk mendekatkan diri kepada surga.

3. Menahan Amarah dan Memaafkan

Salah satu sikap mulia yang dapat menjauhkan dari neraka adalah kemampuan untuk menahan amarah dan memberi maaf kepada orang lain. Dalam sebuah hadis, Rasulullah bersabda:

“Barang siapa menahan amarahnya padahal ia mampu untuk melampiaskannya, maka Allah akan memanggilnya di hadapan seluruh makhluk pada hari kiamat dan mempersilakan ia memilih bidadari yang ia kehendaki.”
(HR. Tirmidzi)

Amarah yang tidak terkendali sering kali menjadi pintu masuk bagi dosa-dosa lainnya, seperti mencela, menzalimi, atau bahkan menyakiti orang lain. Sebaliknya, kemampuan untuk memaafkan dan bersikap lembut mencerminkan akhlak yang mulia dan mendatangkan keridhaan Allah SWT.

Keimanan yang kokoh, kebaikan kepada sesama, dan kemampuan menahan amarah adalah tiga faktor utama yang dapat menjauhkan seorang muslim dari neraka. Islam menekankan pentingnya menjalani hidup dengan penuh keikhlasan, kasih sayang, dan pengendalian diri untuk mencapai keselamatan di dunia dan akhirat. Dengan mengamalkan ajaran-ajaran ini, seorang muslim tidak hanya menjauh dari siksa neraka, tetapi juga mendekatkan dirinya kepada surga yang penuh kenikmatan.

Wallahua’lam

 









Whatsapp Logo
Start a Conversation Hi! Click one of our member below to chat on Whatsapp