Empat Kriteria Cinta Dunia Menurut Islam

By. Abid Rauf - 09 Dec 2024

Bagikan:
img

Batemuritours.com - Dalam ajaran Islam, cinta terhadap dunia sering kali menjadi penghalang terbesar dalam mendekatkan diri kepada Allah SWT. Meskipun Islam tidak melarang manusia untuk menikmati kehidupan duniawi, kecintaan yang berlebihan terhadap dunia dapat mengakibatkan kelalaian terhadap tujuan akhir hidup, yaitu mencari ridha Allah dan mempersiapkan bekal untuk akhirat. Rasulullah SAW mengingatkan umatnya untuk tidak terperdaya oleh dunia sehingga melupakan akhirat. Berikut adalah empat kriteria cinta dunia menurut Islam yang perlu diwaspadai:

1. Mengejar Kekayaan Tanpa Peduli Halal atau Haram

Kecintaan terhadap dunia sering terlihat dari sikap seseorang yang hanya berfokus pada mengejar kekayaan tanpa mempertimbangkan cara mendapatkannya. Orang yang cinta dunia berusaha mengumpulkan harta sebanyak mungkin, meskipun harus melanggar aturan Allah, seperti melakukan riba, mencuri, atau berdagang dengan cara curang. Rasulullah SAW bersabda:

“Akan datang suatu masa kepada manusia, seseorang tidak lagi peduli dari mana hartanya diperoleh, apakah dari yang halal atau haram.”
(HR. Bukhari)

Kriteria ini menunjukkan bagaimana cinta dunia dapat membuat seseorang kehilangan rasa takut kepada Allah SWT dan melupakan batasan-batasan syariat.

2. Mengutamakan Dunia daripada Akhirat

Cinta dunia juga terlihat dari sikap seseorang yang lebih mementingkan kehidupan duniawi dibandingkan dengan akhirat. Mereka mengabaikan ibadah seperti shalat, puasa, dan zakat demi pekerjaan atau kesenangan duniawi. Allah SWT berfirman:

“Tetapi kamu memilih kehidupan dunia, padahal kehidupan akhirat itu lebih baik dan lebih kekal.”
(QS. Al-A’la: 16-17)

Orang yang memiliki sifat ini sering kali lupa bahwa dunia hanya tempat singgah sementara, sedangkan kehidupan yang sesungguhnya adalah di akhirat.

3. Bangga dengan Harta, Pangkat, dan Kekuasaan

Cinta dunia sering memunculkan sifat sombong dan bangga terhadap harta, pangkat, atau kekuasaan. Mereka lupa bahwa semua yang dimiliki adalah titipan Allah yang akan dimintai pertanggungjawaban. Dalam Al-Qur’an, Allah SWT mengisahkan Qarun, seorang yang diberi kekayaan melimpah tetapi tenggelam dalam kesombongan sehingga akhirnya dihancurkan:

“Janganlah kamu berjalan di muka bumi ini dengan sombong; sesungguhnya kamu sekali-kali tidak dapat menembus bumi dan sekali-kali kamu tidak akan sampai setinggi gunung.”
(QS. Al-Isra: 37)

4. Lalai dari Mengingat Allah SWT

Kecintaan terhadap dunia membuat seseorang sibuk mengejar keinginan duniawi hingga lupa untuk mengingat Allah. Padahal, zikir dan ibadah adalah cara utama untuk menjaga hati tetap dekat dengan-Nya. Dalam Al-Qur’an, Allah SWT berfirman:

“Hai orang-orang yang beriman, janganlah harta-hartamu dan anak-anakmu melalaikan kamu dari mengingat Allah. Barang siapa yang berbuat demikian, mereka itulah orang-orang yang rugi.”
(QS. Al-Munafiqun: 9)

Islam tidak melarang manusia untuk hidup layak di dunia, tetapi mengingatkan agar tidak terjebak dalam cinta dunia yang berlebihan. Empat kriteria cinta dunia ini—mencari kekayaan tanpa halal-haram, mengutamakan dunia daripada akhirat, bangga dengan harta dan kekuasaan, serta lalai mengingat Allah—adalah tanda yang harus dihindari. Sebagai Muslim, kita harus menjaga keseimbangan antara dunia dan akhirat, sehingga dapat meraih kebahagiaan sejati di kehidupan yang abadi.

Wallahua’lam

 









Whatsapp Logo
Start a Conversation Hi! Click one of our member below to chat on Whatsapp