Batemuritours.com - Nabi Muhammad SAW diutus oleh Allah SWT sebagai rahmat bagi seluruh alam. Beliau tidak hanya menjadi teladan terbaik bagi umat manusia, tetapi juga memberikan bimbingan berupa ajaran dan nasihat untuk kehidupan dunia dan akhirat. Salah satu bentuk bimbingan Rasulullah SAW adalah berbagai anjuran yang disampaikan melalui hadis-hadisnya. Tiga di antara anjuran utama yang diajarkan oleh Nabi Muhammad SAW adalah menjaga lisan, menyambung silaturahmi, dan mendirikan shalat. Ketiganya menjadi kunci utama untuk menjalani hidup yang baik menurut ajaran Islam.
1. Menjaga Lisan
Rasulullah SAW sangat menekankan pentingnya menjaga lisan. Beliau bersabda:
"Barang siapa yang beriman kepada Allah dan hari akhir, maka hendaklah ia berkata baik atau diam." (HR. Bukhari dan Muslim).
Perkataan yang keluar dari lisan seseorang dapat menjadi kebaikan atau malah mendatangkan keburukan. Rasulullah SAW mengajarkan bahwa seorang Muslim harus berhati-hati dalam berbicara agar tidak menyakiti orang lain, menyebarkan fitnah, atau mengatakan hal-hal yang tidak bermanfaat.
Menjaga lisan juga berarti menghindari ghibah (menggunjing) dan namimah (mengadu domba). Kedua perbuatan ini disebut dalam Al-Qur'an sebagai dosa besar yang dapat merusak hubungan sesama manusia. Sebaliknya, Nabi Muhammad SAW menganjurkan umatnya untuk memperbanyak perkataan yang baik, seperti berzikir, membaca Al-Qur'an, atau memberikan nasihat yang bermanfaat.
2. Menyambung Silaturahmi
Anjuran kedua yang sering ditekankan oleh Nabi SAW adalah pentingnya menyambung silaturahmi. Dalam salah satu hadisnya, Rasulullah SAW bersabda:
"Barang siapa yang ingin dilapangkan rezekinya dan dipanjangkan umurnya, maka hendaklah ia menyambung tali silaturahmi." (HR. Bukhari dan Muslim).
Silaturahmi tidak hanya berarti menjaga hubungan baik dengan keluarga, tetapi juga dengan sesama Muslim secara umum. Islam mengajarkan bahwa persaudaraan adalah pilar penting dalam kehidupan umat. Dengan menjalin silaturahmi, hubungan sosial menjadi harmonis, saling membantu, dan saling mendukung dalam kebaikan.
Sebaliknya, memutuskan silaturahmi sangat dilarang dalam Islam. Allah SWT berfirman:
"Maka apakah kiranya jika kamu berkuasa, kamu akan membuat kerusakan di muka bumi dan memutuskan hubungan kekeluargaan? Mereka itulah orang-orang yang dilaknat Allah." (QS. Muhammad: 22-23).
3. Mendirikan Shalat
Shalat adalah tiang agama dan merupakan salah satu ibadah yang paling ditekankan oleh Nabi Muhammad SAW. Beliau bersabda:
"Perjanjian antara kami dan mereka adalah shalat. Barang siapa yang meninggalkannya, maka ia telah kafir." (HR. Ahmad).
Shalat tidak hanya menjadi kewajiban setiap Muslim, tetapi juga merupakan cara untuk menjaga hubungan dengan Allah SWT. Nabi SAW menganjurkan untuk melaksanakan shalat tepat waktu dan dengan khusyuk, sebagaimana disebutkan dalam Al-Qur'an:
"Sesungguhnya shalat itu mencegah dari perbuatan keji dan mungkar." (QS. Al-Ankabut: 45).
Selain shalat wajib lima waktu, Nabi Muhammad SAW juga menganjurkan untuk memperbanyak shalat sunnah, seperti tahajud, dhuha, dan witir. Shalat sunnah dapat mendekatkan seorang hamba kepada Allah SWT dan menjadi pelengkap bagi kekurangan dalam shalat wajib.
Tiga anjuran Nabi Muhammad SAW ini—menjaga lisan, menyambung silaturahmi, dan mendirikan shalat—adalah pedoman penting dalam kehidupan seorang Muslim. Dengan menjaga lisan, seorang Muslim dapat menghindari dosa yang timbul dari ucapan. Menyambung silaturahmi mempererat hubungan antarsesama, menciptakan kedamaian, dan mendatangkan keberkahan hidup. Sedangkan mendirikan shalat adalah bentuk ketaatan langsung kepada Allah SWT yang menjadi inti dari ibadah seorang hamba.
Mengamalkan ketiga anjuran ini tidak hanya mendekatkan seorang Muslim kepada Allah SWT, tetapi juga menjadikan kehidupannya lebih bermakna, penuh berkah, dan harmonis di dunia dan akhirat.
Wallahua’lam